26 December 2008

Operasi Adenoid dan Amandel

Beberapa Bulan yang lalu, Daniella, anak pertamaku di vonis oleh dokter THT menderita Adenoid. Mungkin bagi Anda pembaca blog ini belum tahu apa penyakit Adenoid itu. Melalui penjelasan dokter, Adenoid adalah pembengkakan kelenjar adenoid yang terletak di saluran pernafasan, dibelakang hidung (diatas amandel). Saya dapat melihatnya dari hasil foto Rontgen saluran nafas/hidung dari Daniella. Memang saluran itu tersumbat oleh karena pembengkakan kelenjar adenoid tersebut.

Dari hasil tersebut, saya pun mendapat jawaban dari pertanyaan saya selama ini terhadap kondisi kesehatan Daniella, yang selama ini saya rasa ada keganjilan pada pernafasannya. Saya perhatikan selama ini, Daniella gampang pucat kalau kelelahan, kalau tidur sering ngorok, seering batuk pilek dan radang tenggorokkan, kalau sedang pilek Daniella sulit sekali bernapas saat tidur, nafasnya terputus-putus seperti sesak nafas, suka bernafas lewat mulut (megap-megap) sehingga makannya pun jadi sulit, lama menelan makanannya (karena susah mengambil nafas). Melihat keganjilan ini, saya-pun memeriksakannya langsung ke dokter THT dan hasilnya seperti yang saya ceritakan diawal kisah ini.

Satu-satunya cara untuk menyembuhkan Daniella adalah pengangkatan Adenoid dan Amandel-nya, karena menurut dokter, amandel Daniella sudah terinfeksi, sehingga bentuknya tidak normal (membesar). Saya sangat sedih sekaligus sangat khawatir, karena buah hati saya ini harus menjalani operasi saat usianya masih anak-anak.

Berbagai cara, saya cari supaya tidak perlu operasi. Saya mencari tahu segala hal tentang adenoid melalui internet. Dari yang saya dapat di beberapa tulisan di internet, memang kalau dilihat dari gejala yang dialami Daniella, salah satu jalan adalah operasi pengangkatan adenoid!

Saya-pun disarankan oleh beberapa teman untuk mencari second opinion doctor. Lalu, saya mendatang dokter THT lain yang merupakan seorang sahabat dari Pimpinan saya di perusahaan. Daniella pun di Rontgen ulang. Dan hasil yang didapat pun sama. Pembengkakan itu masih ada, bahkan nampaknya semakin membesar.

Sejak pertama kali Daniella divonis Adenoid oleh dokter, saya selalu berdoa kepada Tuhan agar ada mujizat yang terjadi, sehingga Daniella tidak usah dioperasi. Saya sempat membawa Daniella pada beberapa Hamba Tuhan untuk didoakan dan membawanya juga pada semacam KKR Kesembuhan. Tetapi nampaknya Tuhan berkehendak lain. Dalam kesedihan, saya bertanya kepada Tuhan, "Mengapa Daniella kecil tidak Kau sembuhkan melalui mujizatMu ya, Tuhan? Padahal aku tahu, Engkau pasti sangat mengasihinya."

Aku-pun merenungkan dan berusaha hening sejenak dan berdoa,"Tuhan, berikan aku keyakinan, untuk membiarkan Daniella menjalani operasi ini, dan biarkan aku yakin bahwa ini adalah yang menjadi kehendakMu, Ya Tuhan." Kemudian aku membuka Kitab Suci...

Sungguh ajaib dan heran! Saat tanganku membuka Kitab Suci, Tuhan langsung berbicara saat itu juga melalui halaman yang aku buka saat itu, dalam Kitab Deuterokanonika yaitu Sirakh 38:1-14. Ayat-ayat itu berisi tentang penyembuhan dari seorang tabib. Tuhan memberikan kepada manusia pengetahuan, supaya dimuliakan karena pekerjaan-pekerjaanNya yang ajaib. Tangan Tuhan yang menciptakan para tabib untuk menyembuhkan. Aku langsung menangis, bersujud syukur kepada Tuhan, yang dengan segera memberikan 'suaraNya' kepada ku...Terima kasih Tuhan! Engkau sungguh baik!

Sejak saat itu aku yakin keputusan yang aku ambil untuk mengobati Daniella melalui operasi adalah keputusan yang sudah 'disetujui' oleh Tuhan. Tiada rasa ragu lagi dihatiku. Aku berpasrah dan menyerahkan kepada Tuhan kapan waktu yang terbaik bagi Daniella untuk dioperasi. Walau beberapa kali hujan dan banjir disekitar rumah tinggalku menghalangi/menunda jadwal kontrol ke dokter, namun aku tidak takut, karena aku yakin penundaan-penundaan itu bukan suatu kebetulan, tetapi sudah dijadwal oleh Tuhan sendiri. Aku sangat berpasrah dan berserah pada Tuhan.

Akhirnya, dijadwalkan oleh dokter bahwa operasi Daniella jatuh pada tanggal 19 Desember 2008 di Rumah Sakit Katolik St. Vincentius A Paulo (RKZ) Surabaya. Yang dapat ku lakukan, hanya berdoa setiap saat dan memohon dukungan doa dari banyak orang untuk kelancaran jalannya operasi Daniella. Karena aku sangat percaya pada kekuatan sebuah Doa, karena Doa adalah penghubung kita kepada Sang Maha Kuasa, Tuhan kita. Tiada doa yang tidak didengarNya, aku sangat yakin Tuhan selalu mendengar doa kita, dan menjawab doa itu seturut pandanganNya yang terbaik untuk kita. Aku mohon pada Tuhan akan suksesnya operasi Daniella dan agar Daniella dalam kondisi yang baik, kuat dan tidak merasakan kesakitan karena operasi ini (karena dia masih sangat kecil, Tuhan, dan aku merasa ngeri mendengar cerita seorang temanku yang anaknya baru saja operasi adenoid juga, dia menceritakan kalau anaknya sangat rewel, tidak mau disuntik, mengalami pendarahan, dsbnya) dan juga aku mohon kemurahan Tuhan supaya hujan tidak turun selama Daniella di rumah sakit, kalau-pun Tuhan berkehendak hujan turun, aku mohon, ya Tuhan...agar tidak ada banjir, terutama di daerah rumah tinggalku, yang rawan banjir karena aku harus pulang pergi, bergantian dengan papa-nya. Bila banjir...oh, Tuhan, tentu akan sangat menghambat dan menyulitkan. Itu yang ku minta dari Tuhan.

Tanggal 18 Desember, petang hari, kami tiba di RS, langit cerah, tidak ada mendung. Terima kasih Tuhan. Tanggal 19 Desember, siang jam 12.00 Daniella di bawa ke Ruang Pulih Operasi, disana dia disuntik sesuatu, mungkin obat bius ringan yang membuatnya mengantuk. Tetapi dia tidak juga berani memejamkan mata, dia tidak mau ku tinggalkan. Karena cukup lama dia tidak juga tidur, akhirnya seorang perawat memberikan 2 suntikan lagi, yang satu berwarna putih susu, dan seketika itu juga Daniella tertidur. Aku yakin, itu obat bius totalnya. Dan kemudian dia dibawa ke Ruang Operasi. Aku-pun keluar menunggu di Ruang Tunggu. Sambil setiap saat memanjatkan doa kepada Tuhan, agar Tuhan yang memimpin sepenuhnya operasi ini. Aku tak lupa berdoa Rosario juga, mohon hiburan dan doa dari Bunda Maria untuk kesembuhan Daniella, agar Bunda Maria, menjadi Ibu yang menemani Daniella di Ruang Operasi, karena aku tidak boleh ada disana bersamanya. Air mata menitik dari kedua mataku, tak kuasa menahan kekhawatiranku. Roh Tuhan menegurku agar aku berpasrah pada kehendakNya, sehingga akupun berdoa," Ya Tuhan, biarlah semua terjadi bukan atas kehendakku, tetapi atas kehendakMu saja." Hatikupun akhirnya tenang...

Satu jam kemudian, seorang perawat memanggilku karena dokter ingin bertemu. Saat itu, dokter menunjukkan dalam sebuah wadah kecil yaitu potongan Adenoid dan kedua Amandel Daniella. Kondisi Daniella saat itu masih belum pulih bius. Namun tidak lama kemudian, aku dipanggil lagi oleh seorang perawat bahwa Daniella sudah bangun. Aku-pun segera menemuinya. Saat itu, Daniella sedang menangis, ku pikir dia kesakitan, namun ternyata dia menangis karena mencariku. Ketika aku disampingnya, dia tertidur lagi. Sesekali dia terbangun dan kemudian tertidur lagi. Mungkin masih terpengaruh obat biusnya. Sampai akhirnya dia sudah boleh kembali ke kamarnya. Selama di dalam kamar, dia lebih banyak tidur. Puji Tuhan, dia sama sekali tidak merintih kesakitan.

Tanggal 20 Desember, pagi hari Daniella bangun dan nampak segar, saat ku tanya, apakah dia merasa sakit, dia menjawab 'tidak'. Dan betapa senangnya dia ketika boleh makan ice cream vanilla dan minum air dingin (air es). Dia bilang, "Tenggorokkanku jadi dingin, Mi." Siang hari, dokter datang mengontrol keadaan Daniella, dokter berkata bahwa Daniella sudah boleh pulang sore itu juga. Ah, bahagianya hatiku. Tuhan sudah menjawab segala doa dan kekhawatiranku. Operasi berjalan dengan baik, Daniella-pun pulih dengan cepat, tidak ada pendarahan, tidak rewel selama setelah operasi dan tidak ada hujan deras yang mengakibatkan banjir sampai dengan saat aku menulis blog ini. Sungguh heran pekerjaan Tuhan. "Terima kasih Tuhan, Engkau sungguh teramat baik padaku!"

Sampai hari ini, seminggu setelah operasinya, Daniella semakin pulih dan dapat beraktivitas dan bermain, menyanyi dan tidak pernah mengeluh kesakitan. Tapi dia masih makan bubur lembut dan sesekali makan ice cream, sampai batas waktu yang dokter tentukan kapan dia boleh makan nasi lagi...Praise the Lord!

8 comments:

ANTONIUS C. ARSEN said...

Puji Tuhan karena Daniella sudah sembuh. Pesan koko jaga anak-anak baik-baik, jangan biarkan mereka terkena pilek terus-menerus, bergantian. Tuhan Berkati Selalu.

T27A said...

thank's Bro! GBU

Anonymous said...

tolong tanya ke dokter mana saja ya bu ( di surabaya kan?)? krn anak saya jg kena adenoid dan sy jg mau cari second opinion..... thx sebelumnya...... ( kalo bisa tlg di email ke.. cold_wiwid1@yahoo.com)

Adewata said...

Terimakasih atas sharing nya, saat ini buah hati saya juga divonis dokter dan harus operasi adenoid dan amandel. sebagai orangtua saya berharap ada mujizat agar tangan Tuhan menjamah anak saya dan menyembuhkan penyakitnya, kami berserah sepenuhnya kepada Bapa di Surga.

emmanuel said...

terima kasih atas sharringnya ya, karena anak saya juga divonis oleh 3 dokter THT yang berbeda, dan harus operasi adenoid & amandel. Semoga saya dan istri bisa berpasrah pada Tuhan Yesus, apapun yang menjadi kehendak-Nya, itulah jalan terbaik yang harus saya yakini.
(yoyokusiyoyo@gmail.com)

Rudy Karlay said...

senang sekali membaca kesaksian ibu di blog ini atas kesuksesan operasi adenoid anak ibu, kebetulan anak saya juga divonis adenoid oleh dokter THT dan dianjurkan untuk operasi, teapi karena usianya baru 8 tahun saya masih ragu untuk melaksanakan proses operasi tersebut selain itu saya juga belum mendapatkan second opinion dari dokter yang menurut saya cukup kompeten untuk melakukan proses operasi tersebut, kebetulan posisi saya ada di kota makassar. kalo boleh tau di surabaya dokter yang mengoperasi anak ibu dokter siapa ya? mohon diinfo by email aja ya bu di rudy.karlay@yahoo.com

Lestianataufit Taufit said...

Bu,anak saya umur 3 tahun jg divonis adenoid. Bole saya minta nama dokter dan alamat praktek yg mengoperasi anak ibu? Terima kasih sebelumnya. Please email me di lestianataufit!@yahoo.com

Lestianataufit Taufit said...

Maaf di lestianataufit@yahoo.com