30 January 2009

Kerajaan ALLAH Sudah Dekat!

Sejak kecil, mungkin setiap orang (bukan saya saja) yang pernah mendengar tentang apa yang disebut "Hari Kiamat". Terdengar menakutkan! Karena, cerita-cerita yang saya dengar waktu itu tentang hari kiamat adalah cerita-cerita yang sangat menyeramkan dan mengerikan, seperti: bumi terbelah dan hancur, gempa, kilat, guruh dahsyat, langit gelap gulita, banyak orang mati dimana-mana, dan sebagainya. Singkatnya, saat itu menurut pikiran saya, hari kiamat adalah akhir dari kehidupan manusia, dimana manusia semuanya akan mati dengan mengenaskan!

Mungkin banyak diantara kita yang punya pemikiran seperti pemikiran saya saat masih kecil. Kita sering memikirkan bagaimana mengerikannya akhir zaman atau 'hari kiamat' itu. Dan mungkin banyak orang berharap agar hari yang mengerikan itu tidak akan pernah datang!

Apakah sebenarnya 'hari kiamat' itu? Saya rasa, kata 'hari kiamat' adalah kata-kata umum yang berlaku bagi semua manusia di bumi ini.

Sebagai umat Kristiani, kita sudah mendapatkan gambaran apa yang akan terjadi bila hari itu tiba, seperti yang tertulis dalam Kitab Wahyu. Tetapi dalam kesempatan ini, saya tidak mempunyai tujuan untuk membahas Kitab tersebut, karena saya sendiri belum punya kemampuan untuk membahasnya.

Yang mau saya sharingkan saat ini adalah bukan kengerian atau hal-hal yang menakutkan tentang akhir zaman, melainkan KEAGUNGAN akan akhir zaman, dimana kita percaya bahwa YESUS, Putra Bapa, akan datang kembali ke dunia, menjemput umatNYA!

Bukan main!!! IA akan datang dan turun dari Surga yang mulia, untuk menjemput kita umatNYA! Seperti dalam kehidupan kita sehari-hari, biasanya, orang penting atau V.V.I.P bila diundang ke suatu tempat, pasti ia akan dijemput secara khusus oleh orang yang mengundangnya. Lha kita ini siapa??? Kok YESUS mau banget menjemput kita? Bukankah kita ini adalah orang-orang yang hina dan penuh dengan dosa...kok dapat perlakuan istimewa seperti itu, dijemput oleh Putra Bapa yang maha mulia!

Itulah YESUS! YESUS yang sangat mencintai kita apa adanya. Bukan harta kita, bukan benda yang kita miliki, bukan paras kita, bukan warna kulit kita, bukan juga perbuatan-perbuatan kita selama di dunia ini yang IA minta. Tapi semata-mata karena cintaNYA yang menyala-nyala kepada kita.

Hanya satu yang IA minta kepada kita, sebelum IA datang menjemput kita, seperti yang dikatakanNYA, "KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT. BERTOBATLAH DAN PERCAYALAH KEPADA INJIL!" (Markus 1:15)


Ku Cinta KAU

Saat ku dalam kesesakan
KAU jamah hatiku
Beriku penghiburan baru
Hanya di dalamMU

Saat ku mamandang wajahMU
ENGKAUpun tersenyum
Lembut mataMU menatapku
Buatku slalu rindu
Akan hadiratMU

Reff:
Ku cinta KAU
Lebih dari sgalanya
Sbab hanya KAU Yesus
Juru Selamatku

Ku butuh KAU
Diatas segalanya
Engkau Yesus Tuhan
Penolongku yang setia...

Lebih dari sgalanya...
Lebih dari sgalanya...
KeagunganMU
KebesaranMU
Oh Yesusku...
Oh Yesusku...

Melepaskan Tambatan Perahuku

Suatu saat, aku sedang menikmati senja...
dalam perahu keselamatanku yang sedang berlabuh.

Ku lihat Yesus di ruang kemudi,
IA menantapku dan berkata,"Lepaskanlah tambatan perahumu, dan biarkan AKU membawa engkau ke seberang. Sebab, bukan rencanaKU engkau tertambat di situ."

Dengan takut, gelisah dan khawatir,
aku menjawab,"Tuhan, bukankah lebih baik aku disini? Aku tidak akan melihat taufan dan badai. Dan aku dapat kembali ke darat, kapanpun aku mau."

Dengan lembut, IA memegang tanganku, memandang mataku dan berkata,"Memang disini, engkau tidak akan mengalami taufan dan badai. Tapi engkau juga tidak akan pernah melihat bagaimana AKU mengatasi semuanya itu. Engkau juga tidak akan melihat, bahwa AKU berkuasa atas semuanya."

Dalam pergumulan berat, aku memandangi tali yang mengikat perahuku.
Di tali itu, kulihat ada rasa khawatir akan keuangan, pekerjaan, kehidupan dan masa depanku.
Dalam hatiku, aku bertanya,"Tahukah IA apa yang aku inginkan? Mengertikah IA apa yang aku rindukan?"

Yesus memelukku dan berkata lembut,
"Memang tidak semuanya akan sesuai dengan apa yang kau inginkan. Bahkan mungkin, kebalikkannya, yang akan engkau dapatkan. Tapi, maukah engkau percaya, bahwa rancanganKU adalah rancangan Damai Sejahtera, dan masa depanKU adalah Masa Depan Yang Penuh Harapan."

IA memelukku dan menangis bersamaku.
Lalu dengan berat, aku MELEPASKAN TALI perahuku!
Ku lepaskan semua rasa khawatir itu dari hatiku!
Ku taruh harap atas masa depanku di tanganNYA...
Aku tidak tahu bagaimana masa depanku...

Sambil menangis, aku menatapNYA dan berkata,
"Jadilah NAHKODA dalam hidupku...dan marilah kita berlayar bersama!"


Renungan oleh Jeffry S. Tjandra, dari album "Live Worship 1, All The Best"

19 January 2009

P.U.S.H

Tahukah anda apa arti kata PUSH? Tentu saja, artinya adalah DORONG...

Kata PUSH sering kita lihat tertulis dipintu, baik pintu di toko-toko, supermarket, kantor-kantor, bahkan tak jarang di pintu toilet'pun tertulis kata PUSH. Artinya, kita dapat membuka pintu itu kalau DIDORONG...

Namun, suatu hari, saya menemukan arti baru dari kata PUSH. Tepatnya ketika saya mendengar kotbah dari Pdm. Jeffry S. Tjandra, tentang bagaimana kita harus berdoa dengan tidak jemu-jemu. Memohon sesuatu kepada Tuhan, memang ada yang langsung terjawab, tetapi ada juga harus menunggu waktu, bukan waktu kita, tetapi waktunya TUHAN!

Memang waktu, dapat melunturkan iman kita sebagai anak-anak TUHAN. Bagaimana tidak, bila doa kita tidak kunjung datang jawabannya, kita sudah cemas dan menuduh TUHAN tidak sayang kepada kita. Kita menganggap TUHAN bekerja sangat lambat! Yah, sangat lambat, menurut pemikiran kita...

Saudaraku, jangan menghakimi TUHAN kita...DIA tahu yang terbaik buat kita, menurut pemikiran dan waktu TUHAN sendiri. Bukankah TUHAN pernah berfirman,"Rancangan-KU bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-KU." (Yes 55:8).

Berdoa dengan tiada jemu. Kita harus selalu mendorong diri kita agar tidak pernah berhenti berdoa, sampai kita mendapatkan jawaban dari TUHAN. Bila kita selalu mendorong, maka pintu itu akan semakin terbuka dan akhirnya akan terbuka lebar untuk kita, bila kehendak kita sesuai dengan kehendakNYA.

Tahukan anda, ada arti Alkitabiah dari kata 'PUSH', yang sering kita lihat itu?

P = PRAY (Berdoa)
U = UNTIL (Sampai/Hingga)
S = SOMETHING (Sesuatu)
H = HAPPEN (Terjadi)

Semoga, dengan membaca tulisan ini, setiap anda yang melewati sebuah pintu bertuliskan PUSH, dapat selalu teringat, UNTUK BERDOA DENGAN TIDAK JEMU-JEMU!

TUHAN memberkati!

Belajar Untuk Memberi (2)

Apa motif kita dalam memberi?

Pertanyaan ini hanya hati kita dan Tuhan yang tahu. Kadang kita memberi persembahan di Gereja hanya karena merasa hal tersebut merupakan suatu 'kewajiban' dalam tata ibadah saja.

Saudaraku, jika Tuhan Yesus telah berkurban, sampai wafat di salib, untuk kita semua, apakah kita masih memikirkan motif untung rugi dalam memberi harta kita kepada Tuhan? apakah juga kita memberi dengan motif menguji Tuhan untuk memberi berkat balik?

Sebagai anak-anak Allah, biarlah motif kita untuk memberi bukan karena atau agar Allah membalas, tetapi subaya si pemberi (kita) boleh meniru dan menyerupai Allah yang telah mengaruniakan Yesus Kristus, puteraNya.

Pemberian kita, biarlah didorong oleh rasa syukur dan kasih kepada Allah, serta ditujukan bagi orang dan karya yang dikasihi dan diberkati Allah sendiri.

Saudaraku, sudahkan kita memberi yang terbaik bagi Tuhan, sesama dan karyaNya?

13 January 2009

Belajar Untuk Memberi (1)

"Orang yang kaya, bukanlah seseorang yang MEMILIKI banyak, akan tetapi adalah seseorang yang MEMBERI banyak!"





Demikian kata-kata yang pernah saya terima melalui sebuah SMS dari seorang Hamba Tuhan, yang juga merupakan salah satu Pimpinan di kantor saya, Bapak Bambang Hermanto, sekitar akhir Agustus 2008 yang lalu.

Jujur, saya adalah orang yang 'sukar' untuk memberi, apalagi disaat telah memiliki dua orang anak, dimana kebutuhan hidup sangat meningkat tajam. Apalagi saat anak-anak saya sudah mulai memasuki usia sekolah. Seperti yang kita ketahui, biaya sekolah saat ini boleh dibilang sangat mahal dan membutuhkan biaya yang amat besar. Jadi, dalam hal memberi, biasanya saya memberi apabila kondisi keuangan 'lumayan' atau ada 'uang lebih'.

Saya sering mendengar istilah 'Perpuluhan' dalam ajaran gereja. Selama ini, saya tidak terlalu 'menanggapi' akan hal itu, bahkan sering melupakannya. Saya pikir, perpuluhan hanya untuk mereka yang 'berduit' atau orang-orang kaya yang memiliki banyak uang untuk diberikan kepada gereja. Pikiran yang sangat sempit! Tapi, benar, saat itu saya memang kurang paham akan pentingnya perpuluhan untuk gereja.

Saat menerima SMS dari Bapak Bambang, hati saya benar-benar tersentuh sangat dalam. Saya ingat cerita seorang janda miskin yang memberi dari kekurangannya dalam Bait Allah (Markus 12:41-44 / Lukas 21:1-4), Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."

Bukan main! Sudah janda, miskin lagi! Seperti kita ketahui dalam kehidupan kita sehari-hari, seorang janda adalah wanita yang tak bersuami, otomatis dia tidak lagi mendapat penghasilan/uang dari suaminya. Kata miskin, adalah berarti tak memiliki apa-apa/kekurangan. Bagaimana mungkin, seorang janda miskin dapat berpikiran untuk memberikan seluruh nafkahnya untuk Bait Allah? Apakah ia tidak memikirkan akan kebutuhan hidupnya sendiri? Dari hasil renungan saya, Tuhan ingin kita memiliki IMAN yang besar seperti seorang janda miskin ini, yang menyerahkan kehidupannya dalam tangan Tuhan Yang Maha Kuasa! Ia PERCAYA, bahwa Tuhan akan selalu mencukupi kebutuhan hidupnya. Ia PASRAH dan menyerahkan kelangsungan hidupnya hanya pada Tuhan, yang memiliki segalanya.

Saudaraku, beranikah kita berbuat seperti janda miskin ini? Relakah kita memberikan harta yang kita punyai untuk Bapa, Tuhan kita?

Marilah kita sama-sama belajar, untuk memberi kepada Tuhan (Gereja, Hamba Tuhan, orang-orang miskin dan cacat, anak-anak yatim piatu dll) bukan dari berapa SISA uang yang kita miliki, tetapi dari BESARNYA KERELAAN untuk mememberi uang yang kita miliki . Tidak banyak yang Tuhan minta dari kita, hanya 10% dari penghasilan kita! Beranikah kita berkomitmen saat ini?

Ingatlah, saat kita memberi persembahan, Tuhan Yesus akan mengangkat mukaNYA, memandang kita! (Lukas 21:1)

10 January 2009

Ketika Tuhan Mengedipkan Mata (When God Winks)

Apa kamu sering mengalami hal-hal kebetulan dalam hidupmu? Pernahkah kamu memikirkan seseorang yang tidak pernah terlintas di benakmu selama bertahun-tahun, lalu tiba-tiba kamu bertemu dengannya? Pernahkah kamu bermimpi dan mimpimu itu menjadi kenyataan keesokan harinya?

SQuire Rushnell dalam bukunya yang sangat menarik When God Winks atau Ketika Tuhan Mengedipkan Mata menjelaskan bahwa: "Kebetulan merupakan isyarat Tuhan, berupa pesan-pesan kecil yang diberikan kepada kita di sepanjang perjalanan hidup kita, yang mengarahkan kita ke jalan agung yang telah dirancang secara khusus untuk kita". Boleh jadi kebetulan-kebetulan juga diciptakan Tuhan sebagai cara Tuhan untuk menyapa kita atau bergurau dengan kita...

Tulisan diatas merupakan cuplikan tulisan yang saya ambil dari Blog kakak saya, Chris Arsen (www.samarindaonline.blogspot.com) yang sangat menarik hati saya, bagaimana tidak...saya beberapa kali mengalami peristiwa demi peristiwa yang dirasa merupakan suatu kebetulan yang mengherankan sekaligus menakjubkan!

Disini, saya ingin menceritakan satu peristiwa yang mengherankan yang baru saja terjadi:

Tanggal 9 Januari, subuh sekitar pukul 2-3 pagi, tiba-tiba saya bermimpi, membuka pintu sebuah gereja. Setelah saya buka pintu itu, tiba-tiba saya melihat seorang pria yang sangat saya kenal, yaitu Romo Edi Prasetio CM, Pastor semasa saya masih tergabung dalam muda-mudi katolik di Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria, Jl. Kepanjen, Surabaya, sekitar hampir 15 tahun yang lalu. Dalam mimpi saya bertanya heran,"Lho Rom, kok ada disini? Kan kabarnya saya dengar Romo di Papua?" Dan Romo menjawab,"Iya, saya lagi tugas di sini."

Sangat singkat mimpi itu, saat bangun tidur, saya terheran-heran, kenapa kok saya bisa mimpi Romo Edi CM ya? Apa karena pernah baca buku I LIKE IT -nya Romo? he.he.he.

Akhirnya saya melupakan mimpi itu, dan saya pun berangkat bekerja. Seperti biasa, ditempat kerja, saya awali dengan menyalakan komputer dan membuka e-mail perusahaan dan e-mail pribadi saya. Betapa terkejutnya saya ketika melihat ada sebuah e-mail bernama pengirim Mans Werang? Spontan saya ingat, kalau itu nama salah satu Romo penulis buku I LIKE IT juga! Romo Mans Werang CM membalas e-mail saya yang sudah cukup lama saya kirimkan melalui sebuah komunitas/kelompok di sebuah gereja katolik, yang membahas tentang misionaris di Papua. Waktu itu memang e-mail saya menanyakan tentang keberadaan Romo Edi CM di Papua. Dan Romo Mans CM memberi tahu saya bahwa Romo Edi CM sekarang ada di Surabaya dan saya-pun diberi nomor ponsel Beliau. Saya sampai menangis sekaligus gembira, ternyata ini arti mimpi saya semalam!!!

Saya-pun mencoba sms Romo Edi CM, dan mendapat balasan dari Beliau. Lalu saya menelpon dan berbicara langsung dengan Romo Edi CM, wah...senangnya ketemu lagi! Ma kasih Romo, ternyata masih ingat sama saya ya...Romo kan tahu, dari dulu saya nge-fan sama Romo, he.he.he. Dalam waktu dekat, Romo berjanji akan menyediakan waktu untuk bertemu saya di Pastoran Kepanjen. I'm so happy...thank's Rom!

Cuplikan kalimat terakhir dari tulisan kakak saya berbunyi seperti ini:
Di akhir bukunya Rushnell menulis: "Seperti kedipan mata dari kakekmu, isyarat-isyarat berupa kebetulan-kebetulan ini menyampaikan pesan Tuhan kepada kamu: 'Hai, nak. Saat ini Aku sedang memikirkanmu'".

06 January 2009

Pelangi Sehabis Hujan

Tanggal 6 Januari 2009, genap setahun Babtisan kedua anak saya, Daniella dan Richard. Saya tidak mengadakan acara khusus untuk merayakan HUT Babtisan mereka, cuma doa yang bisa saya panjatkan kepada Tuhan agar kedua anak saya menjadi anak-anak yang taat padaNya, berbakti pada orang tua dan melayani sesamanya dengan penuh kasih.

Masih ingat dengan jelas, pada sore hari, setahun yang lalu, kami berjalan-jalan ingin makan bersama di luar, merayakan babtisan yang baru mereka terima di pagi hari tadi. Saat itu cuaca baru saja turun hujan deras, sehingga udara terasa dingin dan langit nampak putih-putih tertutup awan, sosok pelangi yang cukup besar, memanjang, indah sekali! Itulah pertama kalinya setelah berpuluh-puluh tahun saya tidak pernah melihat pelangi lagi sejak saya masih kecil, dan juga pertama kalinya bagi Daniella dan Richard melihat pelangi! Mereka sangat senang sekali, karena selama ini mereka tahu tentang pelangi hanya dari cerita dan VCD/DVD kartun yang mereka tonton di rumah...

Saat itu, saya bertanya dalam hati...apakah mungkin ini pertanda bahwa Tuhan hendak memberi suatu perjanjian yang indah kepada kedua anak saya, seperti halnya Tuhan mengadakan perjanjian dengan Nabi Nuh? Saya tidak tahu...yang saya yakin, pada hari itu Tuhan pasti merasa bahagia, karena kedua anak saya, Daniella dan Richard sudah menjadi anggota KerajaanNya yang Mulia dan Kekal! Amin...

Ibu Yang Bekerja

Mungkin Anda yang membaca Blog saya ini adalah seorang Ibu, yang bekerja di luar rumah, seperti saya. Hampir setahun yang lalu, saya mulai bekerja lagi di sebuah Hotel, setelah kira-kira 5 tahun vakum tidak bekerja. Saya memilih Hotel karena backgraund pendidikan saya adalah Perhotelan. Dari sebelum mempunyai anak, saya selalu bekerja di Hotel.

Memang berat, menjadi seorang Ibu yang bekerja di luar rumah, meninggalkan anak-anaknya. Karena orang tua saya secara fisik sudah sepuh dan tidak kuat untuk menjaga cucu-cucunya, maka sebelum saya bekerja, saya berusaha mencari informasi tentang Taman Penitipan Anak.

Akhirnya, setelah mencari informasi di sana-sini, akhirnya saya menemukan sebuah Taman Penitipan Anak (TPA) yang cocok. Kebetulan TPA ini satu yayasan dengan sebuah Sekolah Katolik. Jadi saya memutuskan untuk menyekolahkan anak saya di sekolah tersebut, sekaligus menitipkan anak-anak saya disana.

Sebagai seorang Ibu, sedih memang meninggalkan anak-anak untuk bekerja. Karena mereka masih kecil dan belum mengerti mengapa sang ibu harus meninggalkannya di suatu tempat, dari pagi hari hingga sore hari. Tak jarang dengan polosnya anak-anak saya bertanya, "Kenapa sih Mami kok kerja? Kok ga jaga Ella dan Richard di rumah?" Saya-pun hanya bisa menjawab dengan bahasa anak-anak,"Mami kerja buat beli susu Ella dan Richard, buat jalan-jalan, buat pergi ke taman bermain dan uangnya juga buat ditabung untuk sekolah." Sayang, tidak selamanya mereka mau mengerti dengan jawaban itu...

Tak jarang mereka menangis saat saya tinggal...saya sedih sekali dan tak jarang pula bila itu terjadi, saat itu juga ingin rasanya saya memutuskan untuk berhenti bekerja saja, mengasuh mereka. Beberapa kali saya datang terlambat kerja, hanya karena saya tidak tega meninggalkan mereka yang menangis meminta saya untuk tidak berangkat bekerja...

Saya hanya bisa menyimpan semua kesedihan itu dalam hati saya dan saya bawa dalam doa, semoga suatu saat kelak, anak-anak saya akan mengerti, bahwa apa yang saya lakukan saat ini adalah hanya untuk mereka, anak-anak yang sangat saya cintai...

03 January 2009

AMAZING GRACE by John Newton

AMAZING GRACE, HOW SWEET THE SOUND
THAT SAVED A WRETCH LIKE ME
I ONCE WAS LOST, BUT NOW I’M FOUND
WAS BLIND, BUT NOW I SEE

‘TWAS GRACE, THAT TAUGHT MY HEART TO FEAR
AND GRACE MY FEAR RELIEVED
HOW PRECIOUS DID THAT GRACE APPEAR
THE HOUR I FIRST BELIEVED

THROUGH MANY DANGERS, TOILS AND SNARES
WE HAVE ALREADY COME
‘TWAS GRACE THAT BROUGHT US SAFE THUS FAR
AND GRACE WILL LEAD US HOME

WHEN WE’VE BEEN THERE TEN THOUSAND YEARS
BRIGHT SHINING AS THE SUN
WE’VE NO LESS DAYS TO SING GOD’S PRAISE
THAN WHEN WE FIRST BEGUN

Dear Friends...
Ini adalah salah satu lagu yang sangat saya sukai.
Saya menjulukinya: "Lagu Pertobatan"
Karena kita diselamatkan, bukan karena kebaikan-kebaikan kita,
bukan karena kehebatan atau kekuasaan yang kita miliki...
Melainkan karena Kasih Karunia dari Tuhan semata,
yang mampu menyelamatkan kita.

30 December 2008

Operasi Caesar

Teringat kembali saat-saat kehamilan kedua anak saya, dimana saya menjalani operasi caesar. Sebenarnya operasi bukanlah keinginan saya saat melahirkan anak-anak saya, tetapi karena kondisi kehamilan yang saat itu tidak memungkinkan, maka salah satu jalan adalah dengan operasi caesar.

Anak pertama saya harus dilahirkan secara operasi caesar, karena letak sang bayi yang sungsang, ditambah dengan kondisi panggul saya yang agak sempit, sehingga kepala sang bagi tidak bisa memasuki jalan lahir. Jadi dokter kandungan saat itu memutuskan untuk operasi caesar.

Tanggal 10 November 2003, subuh, saya tiba di RS Adi Husada Undaan Surabaya, karena rencananya operasi akan dilangsungkan pukul 10 pagi. Seharusnya saya berada di RS kemarin sore, tapi karena tidak ada kamar dikelas yang saya minta, akhirnya pagi ini saya kembali ke RS.

Setelah sampai di RS, saya langsung dibawa ke sebuah kamar untuk persiapan operasi. Semalam saya sudah diminta berpuasa. Saya-pun diberi obat magg, dan dipasang infus dan kateter (alat untuk buang air kecil), dan perisapan lainnya. Kemudian pakaian saya diganti dengan pakaian operasi berwarna hijau. Setelah dokter siap di tempat operasi, saya dibawa ke ruang operasi. Saya sempat deg...deg...kan deh, maklum ini adalah kali pertama saya masuk ruang operasi.

Saat masuk diruang operasi, saya tidur dengan di leher diberi pembatas kain supaya saya tidak bisa melihat ke bagian bawah tubuh saya, kemudian saya diminta tidur miring sambil menunduk memegang/memeluk kedua betis saya, karena saat itu dokter anesthesi (bius) akan menyuntikkan obat bius ke sekitar tulang belakang saya. Setelah itu saya diminta tidur dalam posisi normal. Tiba-tiba saya merasa aneh, karena saya merasa seperti kesemutan (mati rasa) mulai dari bawah dada saya sampai keujung kaki, sehingga saya sudah tidak merasakan apa-apa lagi pada bagian itu. Dokter-pun mulai bekerja. Saya tidak tahu apa yang dilakukan, saya cuma merasa bagian perut saya seakan tergoncang-goncang, dan sesekali terdengar suara peralatan operasi. Kemudian terdengar,"Oweee...oweee...!" kencang sekali...Oh, my baby! Anakku sudah lahir. Saya melihat samar-samar (karena mata saya minus) para perawat membersihkan bayi itu dan kemudian datang pada saya dengan mengucapkan selamat," Selamat ya Bu, anaknya perempuan, beratnya 3,4 kg, panjang 50 cm, cantik, lengkap semuanya, beratnya!" Kemudian saya diperbolehkan mencium anak saya itu. Wow, rambutnya tebal sekali...kemudian saya jatuh tertidur pulas!

Mungkin saya sudah tertidur sekitar 2 jam saat itu, saat saya bangun, saya sudah berada diruang pulih operasi. ada rasa sakit dibagian bawah perut saya. Ternyata itulah letak jahitan operasi caesar. Rasanya cukup sakit dan membuat saya sulit untuk bergerak. Akhirnya datang seorang perawat, dia menggantikan baju saya, setelah itu mendorong saya keluar menuju kamar saya.

Itulah pengalaman operasi saya yang pertama. Operasi caesar anak saya yang kedua tidak jauh berbeda dengan anak yang pertama. Saya melakukan operasi caesar pada anak yang kedua karena jarak kehamilan yang terlalu dekat dengan kakaknya. Disamping itu, letak anak saya yang kedua adalah melintang. Jadi tidak mungkin dilahirkan secara normal. Akhirnya, operasi caesar-pun dilakukan dengan baik, walaupun entah mengapa, saya merasa lebih deg...deg...kan dari pada saat operasi anak yang pertama. Malah yang kedua ini, saya merasa ingin muntah-muntah saat di ruang operasi. Tapi syukurlah, saya tidak jadi muntah.

Demikian pengalaman saya tentang kehamilan dan operasi caesar yang saya alami. Semoga menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi anda yang membacanya. Tuhan memberkati!

NEW KIDS ON THE BLOCK

Bagi anda yang seusia saya, pasti mengenal atau setidaknya pernah mendengar tentang grup musik Amerika ini...yah, New Kids On The Block atau NKOTB!

Tahun 1986-1990'an, NKOTB begitu booming di berbagai negara, termasuk Indonesia. Grup musik yang terdiri dari cowok-cowok ganteng asal Amrik: Jordan Knight, Jonathan Knight, Joe Mc Intyre, Donnie Wahlberg dan Danny Wood, begitu memukau dunia, mulai dari anak-anak sampai orang tua, termasuk saya yang waktu itu masih duduk di bangku SMP.

Disini saya tidak menceritakan tentang NKOTB secara spesifik, bagi anda yang ingin mengetahui lebih lengkap tentang NKOTB, bisa langsung ke www.nkotb.com, nah di situ bisa puas mengenal mereka lebih jauh.

Saya ingin menceritakan tentang pengalaman saya menjadi blockhead, julukan bagi fan NKOTB. Saya jatuh cinta pertama kali pada NKOTB saat mendengar lagu I'll be loving you (forever) di radio. Saya suka banget lagu itu, tapi saya belum tahu siapa penyanyinya. Waktu saya SMP, saya juga berlangganan majalah GADIS. Nah, suatu ketika majalah GADIS menampilkan profil NKOTB (sampai sekarang majalah itu masih saya simpan lho!). Dari situ saya tahu deh siapa penyanyi lagu I'll be loving you (forever)!

Saya pun mulai membeli kaset Hangin' Tough, yang memuat lagu I'll be loving you (forever) tersebut. Kemudian saya mulai mencari tahu lebih banyak tentang NKOTB, mengoleksi foto-foto, poster, mengumpulkan artikel, melengkapi koleksi kaset, bersahabat pena dengan sesama blockheads, sampai mendaftarkan diri dalam Fans Club resmi NKOTB. Sampai sekarang, koleksi-koleksi NKOTB saya masih ada dan saya simpan dengan baik di sebuah kotak, hanya sayangnya untuk video clip (kaset vidio model lama) yang nampaknya rusak, karena pitanya agak berjamur, mungkin karena lembab. Jaman itu kan belum ada yang namanya VCD atau DVD, yang ada kaset video. Video player'pun saat ini sudah sulit dicari. Jadi, saya tidak dapat mengecek apakah kaset-kaset vidio NKOTB yang saya koleksi itu masih bagus atau sudah rusak. Sedih juga deh...

Dari semua anggota NKOTB, yang paling jadi fan saya adalah Joe Mc Intyre. Dia imut banget, menurut saya waktu itu. Rambutnya pun kriwul-kriwul lucu deh...

Saat saya duduk di kelas 2 SMA, bulan February 1992, NKOTB datang ke Jakarta, untuk konser No More Games. Wow, betapa girangnya para blockheads se Indonesia saat itu. Saya dan seorang teman saya, Rini, yang juga blockhead, ke Jakarta ikut rombongan yang diadakan oleh Jawa Pos. Terpaksa deh kita bolos sekolah 3 hari, gara-gara nekat pengen liat NKOTB. Kami berangkat tgl. 11 Feb 92 dengan 3 bis, dan tiba tgl. 12 Feb 92 siang hari, setelah makan dan mandi, langsung berangkat ke Istora Senayan Jakarta. We are comming NKOTB!!! begitu deh teriakan kami yang ada dalam rombongan blockheads...

Ada peristiwa yang tidak dapat ku lupakan saat itu, kamera'ku diambil panitia NKOTB saat konser berlangsung. Memang ada larangan keras dari panitia untuk membawa masuk kamera. Waktu itu aku berhasil membawa masuk kameraku karena kumasukkan dalam bajuku!!! (nakal juga nich ya...). Aku nangis deh, masih ku ingat saat itu NKOTB menyanikan lagu If You Go Away-nya. Untungnya kamera dapat ku ambil ke panitia seusai pertunjukkan. Wah leganya!

Waktu-pun berlalu. Ketenaran NKOTB makin pudar, dengan berdatangannya grup-grup baru dan boysband di kancah musik dunia. NKOTB-pun akhirnya memutuskan untuk membubarkan diri setelah merelease album Dirty Dawg, sekitar tahun 1998. Sedih banget rasanya.

Bulan September yang lalu, tidak sengaja aku search di internet, iseng-iseng ku ketik 'nkotb'. Aku sangat kaget sekali melihat hasil pencarianku di internet! Ternyata NKOTB bersatu kembali!!! Unbeliveable! Ternyata pertengahan tahun ini mereka memutuskan untuk bersatu kembali sebagai NKOTB! Wah senangnya...tapi, saya sadar, saya bukan gadis remaja yang dulu lagi, bisa seenaknya 'tergila-gila' dengan NKOTB.

Biarlah generasi sekarang boleh belajar untuk tidak terlalu 'mengidolakan' sesuatu atau seseorang secara berlebihan, seperti apa yang saya lakukan dulu. Karena kita akan merasa terikat oleh sesuatu atau seseorang itu, sehingga melupakan kewajiban-kewajiban kita yang lain. Lagi pula sekarang saya sudah punya hidup baru, bersama anak-anak yang saya cintai dan kami mengidolakan 'YESUS' dalam kehidupan ini.

Karena hanya DIA dasar pengharapanku, forever!

Ulang Tahun Daniella

Sebenarnya Ultah Daniella jatuh pada Hari Pahlawan 10 November yang lalu. Tapi, biarlah, walaupun terlambat sebulan, tapi saya tetap ingin mengenangnya kembali...

Dari dulu, sebelum bersekolah, Daniella bercita-cita kalau dia berulang tahun nanti, dia ingin dirayakan di sekolahnya (dikelas). Saya pun berusaha mengabulkan cita-citanya tersebut dengan menabung sejak dini, agar nanti saat ulang tahunnya tiba, saya dapat mengabulkan keinginannya.

Disamping merayakan ultah disekolah, saya merasa ingin membuat sesuatu yang berarti bagi banyak orang, khususnya orang-orang tidak mampu (mengingat saat ini masa krisis ekonomi). Akhirnya, melalui sekolah anak saya, dimana sekolah ini mempunyai perkumpulan AIC (Asosiasi Ibu Cintakasih) yang banyak sekali menyalurkan bantuan untuk orang-orang tidak mampu, khususnya kumpulan para tukang becak di sekitar sekolah yang sudah menjadi anggota AIC, saya pun menyampaikan keinginan saya untuk menyumbang beras untuk para tukang becak tersebut.

Walaupun tidak banyak yang dapat saya berikan, saya hanya bisa memberikan beras kepada 80 orang tukang becak. Saya merasa bahagia, bahwa ulang tahun Daniella boleh memberi berkat bagi orang lain. Terima kasih Tuhan!

Tanggal 10 November-pun tiba, Daniella bisa berulang tahun dikelasnya. Dengan dimeriahkan oleh Hoka Bento, dan parcel buat teman-temannya. Disamping itu, Daniella-pun membagi parcel ultah kepada anak-anak Panti Asuhan dan anak-anak di Taman Penitipan Anak. Aduh, bahagianya....Praise the Lord!

Semoga di ulang tahun yang akan datang, kami dapat memberi lebih banyak lagi bagi mereka yang sangat membutuhkan...amin.

29 December 2008

I LIKE IT

Suatu hari, sepulang misa di Gereja St. Vincentius A Paulo (Widodaren) Surabaya, saya mampir ke toko buku yang ada di Gereja tersebut, membeli sebuah buku renungan yang dipesan teman saya.

Tiba di toko buku, setelah mendapatkan buku yang dimaksud, mata saya tertuju pada sebuah buku dengan judul besar bertulis I LIKE IT. Pada cover buku tersebut ada gambar orang-orang hitam dengan coreng-moreng diwajahnya, dan tertulis: Kisah-kisah Bermakna Cita Rasa Papua New Guinea. Sekonyong-konyong pikiran saya melayang pada salah seorang Romo/Pastor saat saya masih aktif di mudika (muda-mudi katolik) di Gereja Kelahiran St. Perawan Maria (Kepanjen) Surabaya. Namanya Romo Edi Prasetyo CM. Terakhir yang saya dengar, beliau menjadi misionaris di Papua.

Saat saya melihat siapa penulis buku tersebut, saya sungguh terkejut, karena nama Romo Edi Prasetyo CM tertulis disana. Wah, puji Tuhan...akhirnya saya bisa mendengar lagi kabar tentang Romo, setelah sekian lama saya bertanya-tanya dan mencari keberadaan Romo, karena hampir 10 tahun lebih sudah tidak pernah berjumpa. Akhirnya saya membeli buku tersebut, karena sangat ingin tahu apa yang dilakukan seorang misionaris di sana (Papua).

Sampai di rumah, tak sabar saya langsung membacanya...

Pada cerita pertama, saya sempat menitikkan air mata mendengar cerita saat sang Romo jatuh sakit di Papua, tidak ada yang mengurus dan menyediakan keperluan Romo. Untuk makan saja, Romo harus bersusah payah bangkit dari tempat tidur dan memasak sendiri makanan Romo. Ah, kekuatan yang Romo dapat dari Tuhan, ikut menguatkan saya Rom...

Pada cerita-cerita selanjutnya, berisi keprihatinan Romo akan kehidupan lingkungan alam di Papua yang di exploitasi habis-habisan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab akan kelestarian alam dan manusia disana...

Ada juga cerita-cerita lucu yang sangat menggelitik saya untuk tertawa dan tersenyum-senyum bila mengingatnya...

Bila anda sempat membaca blog saya ini, coba deh cari buku ini...karena seakan membawa kita benar-benar berada dalam kehidupan orang-orang Papua yang sangat sederhana dan yang belum dijamah oleh modernisasi dan hiruk pikuk kehidupan seperti di kota besar yang kita tinggal saat ini. Kita dapat merasakan bagaimana kehidupan yang serba terbatas di sana, di Papua. Terlebih bagi saya pribadi, setelah membaca buku ini, saya merasakan bahwa saya harus banyak berdoa bagi mereka, para misionaris-misionaris yang dikirim ke daerah-daerah terpencil seperti Papua, agar mereka diberi kekuatan untuk menjalankan misi keselamatan bagi manusia di dunia. Karena dengan DOA, seseorang akan mampu melakukan apapun juga (bukan berdasarkan kekuatan yang ia miliki, tetapi kekuatan yang diberikan Bapa Tuhan kita kepadanya).

Bila Romo Edi sempat membaca tulisan saya ini, mungkin Romo sudah lupa sama saya, Theresia, yang setiap misa harian pagi (Gereja Kepanjen, sekitar th. 1994-1996) bila saya datang terlambat, Romo sering bilang,"Mbangkong ya?" (bangun kesiangan.red). Saya masih ingat betul 'sapaan hangat' Romo itu, he.he.he. Tuhan memberkati Romo dan pelayanan misionaris di seluruh dunia! Amin.


St. Theresia Lisieux Rahasia 'Jalan Kecil'

Oleh Suster Patricia Edward, FSP

ST. THERESIA LISIEUX

Pernahkah kamu mendengar tentang St. Theresia atau rahasianya? Tahukah kamu mengapa banyak orang memilihnya sebagai santa sahabat mereka? Mari kita cari jawabnya …

KISAH HIDUP THERESIA

Theresia Martin dilahirkan di kota Alençon, Perancis, pada tanggal 2 Januari 1873. Ayahnya bernama Louis Martin dan ibunya Zelie Guerin. Pasangan tersebut dikarunia sembilan orang anak, tetapi hanya lima yang bertahan hidup hinga dewasa. Kelima bersaudara itu semuanya puteri dan semuanya menjadi biarawati!

Ketika Theresia masih kanak-kanak, ibunya terserang penyakit kanker. Pada masa itu, mereka belum memiliki obat-obatan dan perawatan khusus seperti sekarang. Para dokter mengusahakan yang terbaik untuk menyembuhkannya, tetapi penyakit Nyonya Martin bertambah parah. Ia meninggal dunia ketika Theresia baru berusia empat tahun.

Sepeninggal isterinya, ayah Theresia memutuskan untuk pindah ke kota Lisieux, di mana kerabat mereka tinggal. Di dekat sana ada sebuah biara Karmel di mana para suster berdoa secara khusus untuk kepentingan seluruh dunia. Ketika Theresia berumur sepuluh tahun, seorang kakaknya, Pauline, masuk biara Karmel di Lisieux. Hal itu amat berat bagi Theresia. Pauline telah menjadi "ibunya yang kedua", merawatnya dan mengajarinya, serta melakukan semua hal seperti yang dilakukan ibumu untuk kamu. Theresia sangat kehilangan Pauline hingga ia sakit parah. Meskipun sudah satu bulan Theresia sakit, tak satu pun dokter yang dapat menemukan penyakitnya. Ayah Theresia dan keempat saudarinya berdoa memohon bantuan Tuhan. Hingga, suatu hari patung Bunda Maria di kamar Theresia tersenyum padanya dan ia sembuh sama sekali dari penyakitnya!

Suatu ketika, Theresia mendengar berita tentang seorang penjahat yang telah melakukan tiga kali pembunuhan dan sama sekali tidak merasa menyesal. Theresia mulai berdoa dan melakukan silih bagi penjahat itu (seperti menghindari hal-hal yang ia sukai dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang kurang ia sukai). Ia memohon pada Tuhan untuk mengubah hati penjahat itu. Sesaat sebelum kematiannya, penjahat itu meminta salib dan mencium Tubuh Yesus yang tergantung di kayu salib. Theresia sangat bahagia! Ia tahu bahwa penjahat itu telah menyesali dosanya di hadapan Tuhan.

Theresia sangat mencintai Yesus. Ia ingin mempersembahkan seluruh hidupnya bagi-Nya. Ia ingin masuk biara Karmel agar ia dapat menghabiskan seluruh harinya dengan bekerja dan berdoa bagi orang-orang yang belum mengenal dan mengasihi Tuhan. Tetapi masalahnya, ia terlalu muda. Jadi, ia berdoa dan menunggu dan menunggu dan berdoa. Hingga akhirnya, ketika umurnya lima belas tahun, atas ijin khusus dari Paus, ia diijinkan masuk biara Karmelit di Liseux.

Apa yang dilakukan Theresia di biara? Tidak ada yang istimewa. Tetapi, ia mempunyai suatu rahasia: CINTA. Suatu ketika Theresia mengatakan, "Tuhan tidak menginginkan kita untuk melakukan ini atau pun itu, Ia ingin kita mencintai-Nya." Jadi, Theresia berusaha untuk selalu mencintai. Ia berusaha untuk senantiasa lemah lembut dan sabar, walaupun itu bukan hal yang selalu mudah. Para suster biasa mencuci baju-baju mereka dengan tangan. Seorang suster tanpa sengaja selalu mencipratkan air kotor ke wajah Theresia. Tetapi Theresia tidak pernah menegur atau pun marah kepadanya. Theresia juga menawarkan diri untuk melayani suster tua yang selalu bersungut-sungut dan banyak kali mengeluh karena sakitnya. Theresia berusaha melayani dia seolah-olah ia melayani Yesus. Ia percaya bahwa jika kita mengasihi sesama, kita juga mengasihi Yesus. Mencintai adalah pekerjaan yang membuat Theresia sangat bahagia.

Hanya sembilan tahun lamanya Theresia menjadi biarawati. Ia terserang penyakit tuberculosis (TBC) yang membuatnya sangat menderita. Kala itu belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit TBC. Dokter hanya bisa sedikit menolong. Ketika ajal menjelang, Theresia memandang salib dan berbisik, "O, aku cinta pada-Nya, Tuhanku, aku cinta pada-Mu!" Pada tanggal 30 September 1897, Theresia meninggal dunia ketika usianya masih duapuluh empat tahun. Sebelum wafat, Theresia berjanji untuk tidak menyerah pada rahasianya. Ia berjanji untuk tetap mencintai dan menolong sesama dari surga. Sebelum meninggal Thresesia mengatakan, "Dari surga aku akan berbuat kebaikan bagi dunia." Dan ia menepati janjinya! Semua orang dari seluruh dunia yang memohon bantuan St. Theresia untuk mendoakan mereka kepada Tuhan telah memperoleh jawaban atas doa-doa mereka.

SETELAH THERESIA WAFAT

Setelah wafat, Theresia menjadi terkenal karena buku yang ditulisnya "Kisah Suatu Jiwa," yang diterbitkan satu tahun setelah wafatnya (di Indonesia diterjemahkan dengan judul: 'Aku Percaya akan Cinta Kasih Allah'). Theresia dikanonisasi pada tahun 1925 oleh Paus Pius X. Ia dikenal dengan sebutan Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus atau Santa Theresia si Bunga Kecil. St. Theresia bersama-sama dengan St. Jeanne d'Arc diberi gelar Pelindung Perancis. Selain itu St. Theresia bersama-sama dengan St. Fransiskus Xaverius diberi gelar Pelindung Misionaris. Baru-baru ini, tanggal 19 Oktober 1997, Theresia juga menjadi wanita ke-3 yang diberi gelar Doktor Gereja. Kalian dapat mohon bantuannya mengenai apa saja. Ia pernah berjanji akan melimpahi kita dengan bunga-bunga mawar dari surga dan memang, sejak kematiannya banyak mukjizat yang terjadi berkat bantuan doanya. Pestanya dirayakan setiap tanggal 1 Oktober.

RAHASIA THERESIA : JALAN KECIL, JALAN KANAK-KANAK ROHANI

Theresia seorang gadis yang sederhana dengan `jalan kecilnya' yang istimewa. Ia menunjukkan bahwa kekudusan dapat dicapai oleh siapa saja betapa pun rendah, hina dan biasanya orang itu. Caranya ialah dengan melaksanakan pekerjaan-pekerjaan kecil dan tugas sehari-hari dengan penuh cinta kasih murni kepada Tuhan. Kamu pun dapat menjadi kudus dengan cara-cara sederhana seperti yang dilakukan oleh St. Theresia dengan jalan kecilnya.


DOA

O Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus
tolong petikkan bagiku sekuntum mawar
dari taman surgawi dan
kirimkan padaku dengan suatu amanat cinta.
O Bunga Kecil dari Yesus
mintalah kepada Allah hari ini
untuk menganugerahkan rahmat yang sangat kubutuhkan ………
(katakan kepada St. Theresia permohonanmu)
Santa Theresia, bantulah aku untuk senantiasa percaya
kepada belaskasih Allah yang sedemikian besar,
sebagaimana telah engkau wujudkan di dalam hidupmu,
sehingga aku boleh mengikuti 'Jalan Kecil'mu setiap hari.
Amin.

Sumber: Daughters of St. Paul, United States; www.daughtersofstpaul.com

CATATAN ST. THERESIA DARI KANAK-KANAK YESUS

"Oh Yesus, aku tahu cinta hanya dapat dibalas dengan cinta, maka aku sudah menemukan alat untuk memuaskan hatiku dengan memberikan cinta kepada Cinta-Mu." (Otobiografi)

"Kamu ingin supaya aku memberitahukan sarana untuk menjadi sempurna. Aku hanya tahu satu ini saja: CINTA." (Otobiografi, surat kepada Marie Guerin)

"Perbuatan-perbuatan yang gemilang bukan untukku.... Jadi, bagaimanakah akan kubuktikan cintaku, karena cinta dibuktikan dalam perbuatan? Dengan perbuatan dan kurbanku yang kecil-kecil. Ya Yesus, hal-hal kecil yang tak berarti itu akan menyenangkan Engkau!" (Otobiografi)

"Aku merasa diriku dikuasai oleh sekian banyak kelemahan, namun itu tidak pernah membuatku heran ... alangkah manisnya merasakan diriku lemah dan kecil." (Percakapan Terakhir)

"Kekudusan adalah suatu sikap hati, yang menempatkan kita ke dalam tangan Tuhan, kecil dan rendah hati, menyadari kelemahan kita dan secara buta mengandalkan kebaikan Ke-Bapaan-Nya." (Percakapan Terakhir)

"Di suatu hari Minggu kupandang Yesus di salib. Hatiku tersentuh oleh darah yang menetes dari tangan-Nya yang kudus. Kurasa sungguh sayang, sebab darah itu menetes ke tanah tanpa ada yang menampungnya. Aku pun memutuskan untuk dalam Roh tinggal di kaki salib supaya dapat menampung darah Ilahi yang tercurah dari salib itu dan aku mengerti bahwa setelah itu aku harus menuangkannya atas jiwa-jiwa." (Otobiografi)

Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

26 December 2008

Operasi Adenoid dan Amandel

Beberapa Bulan yang lalu, Daniella, anak pertamaku di vonis oleh dokter THT menderita Adenoid. Mungkin bagi Anda pembaca blog ini belum tahu apa penyakit Adenoid itu. Melalui penjelasan dokter, Adenoid adalah pembengkakan kelenjar adenoid yang terletak di saluran pernafasan, dibelakang hidung (diatas amandel). Saya dapat melihatnya dari hasil foto Rontgen saluran nafas/hidung dari Daniella. Memang saluran itu tersumbat oleh karena pembengkakan kelenjar adenoid tersebut.

Dari hasil tersebut, saya pun mendapat jawaban dari pertanyaan saya selama ini terhadap kondisi kesehatan Daniella, yang selama ini saya rasa ada keganjilan pada pernafasannya. Saya perhatikan selama ini, Daniella gampang pucat kalau kelelahan, kalau tidur sering ngorok, seering batuk pilek dan radang tenggorokkan, kalau sedang pilek Daniella sulit sekali bernapas saat tidur, nafasnya terputus-putus seperti sesak nafas, suka bernafas lewat mulut (megap-megap) sehingga makannya pun jadi sulit, lama menelan makanannya (karena susah mengambil nafas). Melihat keganjilan ini, saya-pun memeriksakannya langsung ke dokter THT dan hasilnya seperti yang saya ceritakan diawal kisah ini.

Satu-satunya cara untuk menyembuhkan Daniella adalah pengangkatan Adenoid dan Amandel-nya, karena menurut dokter, amandel Daniella sudah terinfeksi, sehingga bentuknya tidak normal (membesar). Saya sangat sedih sekaligus sangat khawatir, karena buah hati saya ini harus menjalani operasi saat usianya masih anak-anak.

Berbagai cara, saya cari supaya tidak perlu operasi. Saya mencari tahu segala hal tentang adenoid melalui internet. Dari yang saya dapat di beberapa tulisan di internet, memang kalau dilihat dari gejala yang dialami Daniella, salah satu jalan adalah operasi pengangkatan adenoid!

Saya-pun disarankan oleh beberapa teman untuk mencari second opinion doctor. Lalu, saya mendatang dokter THT lain yang merupakan seorang sahabat dari Pimpinan saya di perusahaan. Daniella pun di Rontgen ulang. Dan hasil yang didapat pun sama. Pembengkakan itu masih ada, bahkan nampaknya semakin membesar.

Sejak pertama kali Daniella divonis Adenoid oleh dokter, saya selalu berdoa kepada Tuhan agar ada mujizat yang terjadi, sehingga Daniella tidak usah dioperasi. Saya sempat membawa Daniella pada beberapa Hamba Tuhan untuk didoakan dan membawanya juga pada semacam KKR Kesembuhan. Tetapi nampaknya Tuhan berkehendak lain. Dalam kesedihan, saya bertanya kepada Tuhan, "Mengapa Daniella kecil tidak Kau sembuhkan melalui mujizatMu ya, Tuhan? Padahal aku tahu, Engkau pasti sangat mengasihinya."

Aku-pun merenungkan dan berusaha hening sejenak dan berdoa,"Tuhan, berikan aku keyakinan, untuk membiarkan Daniella menjalani operasi ini, dan biarkan aku yakin bahwa ini adalah yang menjadi kehendakMu, Ya Tuhan." Kemudian aku membuka Kitab Suci...

Sungguh ajaib dan heran! Saat tanganku membuka Kitab Suci, Tuhan langsung berbicara saat itu juga melalui halaman yang aku buka saat itu, dalam Kitab Deuterokanonika yaitu Sirakh 38:1-14. Ayat-ayat itu berisi tentang penyembuhan dari seorang tabib. Tuhan memberikan kepada manusia pengetahuan, supaya dimuliakan karena pekerjaan-pekerjaanNya yang ajaib. Tangan Tuhan yang menciptakan para tabib untuk menyembuhkan. Aku langsung menangis, bersujud syukur kepada Tuhan, yang dengan segera memberikan 'suaraNya' kepada ku...Terima kasih Tuhan! Engkau sungguh baik!

Sejak saat itu aku yakin keputusan yang aku ambil untuk mengobati Daniella melalui operasi adalah keputusan yang sudah 'disetujui' oleh Tuhan. Tiada rasa ragu lagi dihatiku. Aku berpasrah dan menyerahkan kepada Tuhan kapan waktu yang terbaik bagi Daniella untuk dioperasi. Walau beberapa kali hujan dan banjir disekitar rumah tinggalku menghalangi/menunda jadwal kontrol ke dokter, namun aku tidak takut, karena aku yakin penundaan-penundaan itu bukan suatu kebetulan, tetapi sudah dijadwal oleh Tuhan sendiri. Aku sangat berpasrah dan berserah pada Tuhan.

Akhirnya, dijadwalkan oleh dokter bahwa operasi Daniella jatuh pada tanggal 19 Desember 2008 di Rumah Sakit Katolik St. Vincentius A Paulo (RKZ) Surabaya. Yang dapat ku lakukan, hanya berdoa setiap saat dan memohon dukungan doa dari banyak orang untuk kelancaran jalannya operasi Daniella. Karena aku sangat percaya pada kekuatan sebuah Doa, karena Doa adalah penghubung kita kepada Sang Maha Kuasa, Tuhan kita. Tiada doa yang tidak didengarNya, aku sangat yakin Tuhan selalu mendengar doa kita, dan menjawab doa itu seturut pandanganNya yang terbaik untuk kita. Aku mohon pada Tuhan akan suksesnya operasi Daniella dan agar Daniella dalam kondisi yang baik, kuat dan tidak merasakan kesakitan karena operasi ini (karena dia masih sangat kecil, Tuhan, dan aku merasa ngeri mendengar cerita seorang temanku yang anaknya baru saja operasi adenoid juga, dia menceritakan kalau anaknya sangat rewel, tidak mau disuntik, mengalami pendarahan, dsbnya) dan juga aku mohon kemurahan Tuhan supaya hujan tidak turun selama Daniella di rumah sakit, kalau-pun Tuhan berkehendak hujan turun, aku mohon, ya Tuhan...agar tidak ada banjir, terutama di daerah rumah tinggalku, yang rawan banjir karena aku harus pulang pergi, bergantian dengan papa-nya. Bila banjir...oh, Tuhan, tentu akan sangat menghambat dan menyulitkan. Itu yang ku minta dari Tuhan.

Tanggal 18 Desember, petang hari, kami tiba di RS, langit cerah, tidak ada mendung. Terima kasih Tuhan. Tanggal 19 Desember, siang jam 12.00 Daniella di bawa ke Ruang Pulih Operasi, disana dia disuntik sesuatu, mungkin obat bius ringan yang membuatnya mengantuk. Tetapi dia tidak juga berani memejamkan mata, dia tidak mau ku tinggalkan. Karena cukup lama dia tidak juga tidur, akhirnya seorang perawat memberikan 2 suntikan lagi, yang satu berwarna putih susu, dan seketika itu juga Daniella tertidur. Aku yakin, itu obat bius totalnya. Dan kemudian dia dibawa ke Ruang Operasi. Aku-pun keluar menunggu di Ruang Tunggu. Sambil setiap saat memanjatkan doa kepada Tuhan, agar Tuhan yang memimpin sepenuhnya operasi ini. Aku tak lupa berdoa Rosario juga, mohon hiburan dan doa dari Bunda Maria untuk kesembuhan Daniella, agar Bunda Maria, menjadi Ibu yang menemani Daniella di Ruang Operasi, karena aku tidak boleh ada disana bersamanya. Air mata menitik dari kedua mataku, tak kuasa menahan kekhawatiranku. Roh Tuhan menegurku agar aku berpasrah pada kehendakNya, sehingga akupun berdoa," Ya Tuhan, biarlah semua terjadi bukan atas kehendakku, tetapi atas kehendakMu saja." Hatikupun akhirnya tenang...

Satu jam kemudian, seorang perawat memanggilku karena dokter ingin bertemu. Saat itu, dokter menunjukkan dalam sebuah wadah kecil yaitu potongan Adenoid dan kedua Amandel Daniella. Kondisi Daniella saat itu masih belum pulih bius. Namun tidak lama kemudian, aku dipanggil lagi oleh seorang perawat bahwa Daniella sudah bangun. Aku-pun segera menemuinya. Saat itu, Daniella sedang menangis, ku pikir dia kesakitan, namun ternyata dia menangis karena mencariku. Ketika aku disampingnya, dia tertidur lagi. Sesekali dia terbangun dan kemudian tertidur lagi. Mungkin masih terpengaruh obat biusnya. Sampai akhirnya dia sudah boleh kembali ke kamarnya. Selama di dalam kamar, dia lebih banyak tidur. Puji Tuhan, dia sama sekali tidak merintih kesakitan.

Tanggal 20 Desember, pagi hari Daniella bangun dan nampak segar, saat ku tanya, apakah dia merasa sakit, dia menjawab 'tidak'. Dan betapa senangnya dia ketika boleh makan ice cream vanilla dan minum air dingin (air es). Dia bilang, "Tenggorokkanku jadi dingin, Mi." Siang hari, dokter datang mengontrol keadaan Daniella, dokter berkata bahwa Daniella sudah boleh pulang sore itu juga. Ah, bahagianya hatiku. Tuhan sudah menjawab segala doa dan kekhawatiranku. Operasi berjalan dengan baik, Daniella-pun pulih dengan cepat, tidak ada pendarahan, tidak rewel selama setelah operasi dan tidak ada hujan deras yang mengakibatkan banjir sampai dengan saat aku menulis blog ini. Sungguh heran pekerjaan Tuhan. "Terima kasih Tuhan, Engkau sungguh teramat baik padaku!"

Sampai hari ini, seminggu setelah operasinya, Daniella semakin pulih dan dapat beraktivitas dan bermain, menyanyi dan tidak pernah mengeluh kesakitan. Tapi dia masih makan bubur lembut dan sesekali makan ice cream, sampai batas waktu yang dokter tentukan kapan dia boleh makan nasi lagi...Praise the Lord!

Bertemu Pdm. Jeffry S. Tjandra 2


Tanggal 23 Oktober 2008, Saya dan kedua anak saya datang ke Kebaktian Ucapan Syukur PD Agape Christy, di Gedung Srijaya atas undangan dari Bapak Rudi. Saya sangat senang sekali, karena praise & worship akan dibawakan oleh Ko Jeff! Wow...bertemu lagi ya Ko!

Praise & worship yang dibawakan Ko Jeff diantaranya lagu: Kau Tuhan adalah Bapaku dan lagu-lagu dari album terbaru Ko Jeff, "Ketika Allah Sulit Untuk Dimengerti"...bagi Anda yang belum punya kasetnya, beli yaaah...bukan promosi lho, tapi lagu-lagunya memang sangat indah, sangat memberkati kita dan lebih mendekatkan kita kepada Tuhan.

Kotbah saat itu dibawakan oleh Pdt. Rubin Ong. Baru pertama kali saya mendengarkan kotbah Beliau. Kotbah Pdt. Rubin Ong mengenai bagaimana Kasih Tuhan kepada kita, sehingga kita dapat mengenal Tuhan dan rencana-rencana Tuhan dalam kehidupan kita tidak berdasarkan pandangan kita yang sempit, tetapi berdasarkan pandangan Tuhan dari atas, itu sebabnya digambarkan kalau kita terbang tinggi bagai burung rajawali...yang memandang semuanya dari atas, sehingga pandangan kita luas tentang kehendak Tuhan bagi kita. Kotbah dibawakan oleh Pdt. Rubin Ong sesekali mengundang tawa jemaat sekalian, dan menjadi bahan renungan yang sangat baik bagi jemaat dan khususnya bagi saya pribadi.

Selesai kebaktian, saya bertemu Ko Jeff dan menyapanya. Ternyata Ko Jeff masih ingat saya dan tetap menyapa dengan ramah. Kami sempat ngobrol sebentar dan berfoto-ria. Thank's ya Ko Jeff! Tuhan akan semakin memberkati setiap pelayanan Ko Jeff dan semakin memberkati banyak orang melalui puji-pujian dan penyembahan yang Ko Jeff bawakan dan nyanyikan.

Waktu pulang tiba, agak hujan gerimis...Tuhan terima kasih atas kebaikanMu!

02 September 2008

Bertemu Pdm. Jeffry S. Tjandra 1

Berjumpa dengan Pdm. Jeffry S Tjandra (Ko Jeff), merupakan kerinduan saya sejak saya mengenal lagu-lagunya melalui kaset yang dihadiahkan oleh seorang sepupu saya saat saya berulang tahun. Kaset itu bertema Live Worship 1. Saya sangat tersentuh sekali melalui lagu puji-pujian yang dibawakannya dengan power yang luar biasa, membawa setiap pendengarnya mengalami kedahsyatan dan keagungan Tuhan. Saya sempat 'woro-woro' ke teman-teman saya, kalau ada pembicara atau worshiper Pdm. Jeffry di gereja mereka, tolong saya diberi tahu. Saya ingin sekali datang!

Beberapa waktu berlalu, pada tanggal 10 Agustus 2008, secara tidak sengaja, saya melihat iklan di sebuah koran kalau ada pembukaan Gereja Baru yang mengundang Pdm. Jeffry S. Tjandra sebagai pembicaranya. Sore itu, saya datang ke pembukaan gereja tersebut. Waktu itu, saya jadi tahu sosok Ko Jeff dan saya sangat terkesan dengan setiap puji-pujian yang dibawakannya, sungguh...membuat kita lebih mengenal Tuhan Yesus dan kasihNya yang begitu besar kepada kita. Selesai kebaktian, sebenarnya saya ingin foto bareng, tetapi kamera saya baterainya drop. So, kecewa juga sih...saya sempat bilang,"Mungkin belum 'jodoh' bisa foto bareng!" Tapi, saya bahagia dapat bertemu Ko Jeff, beliau sangat ramah dan rendah hati.
Tidak berapa lama kemudian, saya mendengar kabar dari kakak saya, Veronica, kalau di gerejanya ngadain KKR dan pembicaranya Pdm. Jeffry S Tjandra! Wah, saya ga mengira secepat itu bisa praise & worship bersama Ko Jeff lagi!
Dua hari sebelum hari H, kakak saya menelpon kalau dia minta bantuan saya untuk menjemput Ko Jeff di Bandara Juanda, menemani keponakan saya. Wah, tentunya surprise banget!!!
Pada tgl 29 Agustus 2008, sore, saya menjemput beliau di Juanda Airport. Puji Tuhan, pesawat tidak di delay sama sekali! Selama di perjalanan menuju hotel tempat KKR, saya banyak sharing tentang Tuhan. Beliau sangat ramah dan banyak memberi bimbingan atas setiap sharing yang saya sampaikan maupun saya tanyakan. Setelah KKR akhirnya saya punya kesempatan untuk foto bareng beliau. "Kesampaian juga akhirnya!"
Kesimpulan dari cerita saya ini, bukan untuk melebih-lebihkan sosok Ko Jeff (beliau memang luar biasa diurapi oleh Tuhan!), melainkan saya mau menceritakan tentang bagaimana kasih Tuhan pada saya, bahkan dalam hal-hal yang kecilpun Dia peduli! Tuhan mau menjawab kerinduan saya (bertemu dan bisa praise & worship bersama Pdm. Jeffry), bahkan Tuhan telah memberikan LEBIH dari yang saya rindukan (diberi kepercayaan untuk menjemput Ko Jeff dan bertatap muka langsung dengannya), saya sangat senang sekali, Thank's Lord! Itu point yang saya mau sharingkan kepada anda semua...GBU

27 August 2008

Babtisan Mulia Daniella dan Richard

Memasuki 2008, merupakan awal yang membahagiakan bagi saya sebagai orang tua, karena kedua anak saya, Daniella dan Richard akan dibabtis!
Pembabtisan dilaksanakan pada tanggal 6 Januari 2008, di Gereja Sancta Maria Annuntiata, Sidoarjo, oleh Romo PF Nyoto Basuki, Pr. pada pk. 10.00 WIB. Sebagai Wali Babtis yaitu Ibu Maria dan Bapak Antonius.
Nama Babtis yang saya berikan yaitu Benedicta untuk Daniella dan Benedictus untuk Richard. Selain ingin meneladani St. Benedictus, juga karena beberapa hari sebelumnya saya bertemu kembali dengan Romo Benediktus Adi .S.,CM, Romo semasa saya masih seorang mudika Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria, Surabaya. Selama 13 tahun lebih saya tidak pernah bertemu dengan beliau dan kini sudah bertemu kembali. Puji Tuhan! Dan juga kerena Bapa Paus yang sekarang adalah Bapa Paus Benedictus.
Doa dan Harapan saya: Jika Tuhan berkenan, semoga Daniella dan Richard dapat menjadi pekerja yang setia di ladang Tuhan, mengabdi Tuhan dan melayani sesama didalam hidupnya,amin.